Postingan

[Review Kumpulan Cerpen] Parmin: Kebahagiaan dalam Segelas Es Krim yang Mencair

Gambar
Judul: Parmin Penulis: Jujur Prananto Penerbit: Kompas Cetakan: Pertama, 2002 Jumlah halaman: 160 hlm. Daftar judul cerpen: 1.       Sang Pahlawan 2.       Nasib Seorang Pendengar Setia 3.       Luka 4.       Perjalanan Dua Pencari Alamat 5.       Perjalanan Terpanjang 6.       Bahasa Inggris 7.       Parmin 8.       Seorang Ayah dan Anak Gadisnya 9.       Ibu Memintaku Segera Pulang 10.   Wabah 11.   Ibu Senang Duduk Depan Warung 12.   Dua Pemerkosa 13.   Helm 14.   Paduan Suara 15.   Reuni 16.   Peran-Peran Semu Kumpulan cerpen Parmin ini karya salah satu penulis cerpen favorit saya, Pak Jujur Prananto. Saya berburu buku ini gara-gara saat mengikuti workshop beliau, saya ...

Piutang Tak Tertagih

Gambar
“Bagus ya, Mas?” kataku sambil menunjukkan foto sebuah kebaya di akun Instagram salah satu perancang busana terkenal di negeri ini. Mas Guntur melirikku sesaat, lalu tersenyum dan mengangguk, seolah berkata setuju. Perhatiannya kembali lagi ke buku catatan yang ditaruhnya di atas meja di warung makan langganan kami itu. Catatan itu berisi rancangan anggaran pesta pernikahan kami. Pesta. Mungkin lebih tepatnya syukuran karena rencananya yang kami undang hanya kerabat dekat, teman-teman dekat, dan beberapa rekan kerja. Tak bisa kumungkiri bahwa sebenarnya aku juga memimpikan pernikahan seperti teman-temanku. Diadakan di tempat yang indah dan mewah, menggunakan jasa wedding organizer sehingga tak perlu lari sana-sini mengatur semuanya, dekorasinya cantik, setiap detailnya diabadikan dengan apik oleh fotografer andal dan mengundang decak kagum ketika diunggah ke akun media sosial. “Yang penting sah dan berkah,” kata kami kepada orangtua masing-masing. Adalah hal yang jauh dari ...

[Novel] Amba: Kutukan Mahabharata dan Tragedi 1965 dalam Cerita Cinta

Gambar
Judul: Amba Penulis: Laksmi Pamuntjak Penerbit: Gramedia Tahun terbit: Juni 2015 (cetakan kelima edisi baru) ISBN: 978-979-22-9984-7 Saya begitu ingin membaca novel Amba sejak penulisnya, Laksmi Pamuntjak mendapatkan penghargaan The LiBeraturpreis, Jerman yang diberikan dalam acara Frankfrut Book Fair. Novel ini telah diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul The Question of Red dan dalam bahasa Jerman dengan judul Alle Farben Rot . Begitu membaca sinopsisnya dan ternyata mengangkat tema yang cukup besar dan sensitif dalam sejarah Indonesia, yaitu sekitar peristiwa 30 September 1965, saya semakin penasaran. Sampai akhirnya seorang teman menghadihkan novel ini kepada saya (atas permintaan saya juga sih, sebagai barteran karena saya make up dia di acara sumpah dokter hehehehehe). Terima kasih sebesar-besarnya kepada dr. Dzerlina Syanaiscara Rahari yang sudah bersedia saya “palak” 😃 . Amba ingin melawan mitos atas namanya. Dia bukan Amba dalam pewayangan, pere...

Hari Kartini: Merenungkan “Kodrat” Macak, Masak, Manak

Gambar
21 April di Indonesia diperingati sebagai Hari Kartini. Biasanya anak-anak kecil di sekolah atau karyawan di beberapa institusi merayakannya dengan memakai pakaian adat. Akan tetapi, sebenarnya makna Hari Kartini lebih dari itu. Hari Kartini hendaknya dimaknai dengan mengenang kembali perjuangan Kartini dalam bidang pendidikan dan pemenuhan hak-hak perempuan. Raden Ajeng Kartini atau lebih tepatnya Raden Ayu Kartini (karena saat meninggal sudah berstatus menikah, jadi gelarnya Raden Ayu) adalah seorang putri Bupati Jepara, lahir di Jepara 21 April 1879, menikah dengan Bupati Rembang bernama K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, dan meninggal di Rembang 17 September 1904 setelah melahirkan anak pertamanya (hasil baca di Wikipedia hehehehe). Pada usia kanak-kanak Kartini sempat mengenyam pendidikan di ELS ( Europese Lagere School ), tetapi sejak usia 12 tahun dipingit. Akan tetapi, dengan kemampuannya berbahasa Belanda, Kartini  belajar sendiri dengan membaca berbagai...

Sajak Es Krim

Gambar
di sebuah kamar bercahaya minim kumulai surat ini dengan salam takzim meski aku bukan manusia alim mulutku sering mencerca layaknya hakim aku tetap punya rasa layaknya makhluk pemilik rahim bukan batik dan kebaya encim atau hadiah lain yang kau kirim yang aku ingin mungkin di satu sore yang hening, kita bisa duduk mengobrol intim sambil menikmati suap demi suap es krim Yogyakarta, 3 Januari 2017

Jalan Penuh Luka

Gambar
Ini jalan penuh luka kau bisa mencium aroma anyirnya mendengar tetes darahnya Ini jalan penuh luka berbekallah sekantung air mata berkalunglah untaian doa Ini jalan penuh luka maukah kau tetap bersama atau tanganku kaulepas saja? Yogyakarta, 14 Desember 2016 20:25

Renungan untuk Ibu: Terima Kasih karena Telah Menjagaku

Gambar
Terima kasih karena Ibu mengajarkanku untuk tak jadi pendendam .... Kita tak pernah bisa memilih terlahir dalam keluarga seperti apa. Aku bersyukur karena terlahir dalam keluarga yang lengkap, tak banyak masalah, tapi kau juga tak bisa menyesal karena terlahir dalam keluarga yang mengalami perpecahan. “Kenapa sih Ibu selalu berkorban buat dia yang dulu menyia-nyiakan Ibu? Waktu Ibu kecil, nggak diurusin. Yang diurusin anak-anaknya yang sana. Kenapa sekarang waktu dia sakit Ibu juga yang harus mengurus? Toh pengorbanan Ibu nggak ada artinya di matanya,” kataku. “Bagaimanapun dia bapakku,” kata Ibu. Satu kalimat itu cukup membungkam mulutku. Cinta memang mengabaikan logika. Cinta itu pula yang memadamkan dendam. Cintamu pula yang mengajarkanku untuk ikhlas, sabar, dan tak memelihara rasa dendam. Terima kasih karena Ibu mengajarkanku untuk jadi perempuan mandiri .... “Perempuan itu mesti kreatif, mandiri, nggak boleh menyusahkan laki-laki. Perempuan itu nggak boleh be...