Perkenalan saya dengan fotografi dimulai sejak tahun 2018. Saat itu saya membeli sebuah kamera mirrorless kualitas low end merek Nikon. Uangnya dari mana? Dari hasil “menjual putus” naskah buku yang pertama saya tulis ditambah membobol ATM. ATM dari rekening sendiri tentunya. Belinya dengan menitip ke kawan saya yang sedang studi S-3 di Jepang. Nikon 1 J5, si mungil nan powerful Kalau hanya sekadar jeprat-jepret, itu sudah saya lakukan sejak punya ponsel dengan kamera. Soal kualitas foto ya begitulah, paling-paling cuma selfie dengan angle miring yang pernah ngehits di masanya. Belum tahu bahwa arah cahaya itu sangat berpengaruh terhadap hasil foto. Belum tahu bahwa objek-objek itu harus “ditata” sedemikian rupa agar tercipta komposisi yang bagus. Setelah punya kamera, saya semakin tertarik belajar fotografi. Belajar dengan baca artikel dan buku serta melihat video tutorial adalah jalan ninja saya. Kemudian saya bergabung dengan komunitas fotografi yang memberikan banyak sekali i...
8 September 2014 Setelah menjalani pemeriksaan di RSGM UGM pada Sabtu, 6 September 2014, saya memutuskan untuk menjalani odontektomi (pencabutan gigi geraham bungsu) untuk gigi kanan bawah. Berani tidak berani, pokoknya harus berani. Sepulang dari tempat kerja, saya meminta rujukan ke GMC terlebih dahulu. Ketika meminta rujukan saya ditanya dokter umum di sana, “Ada keluhan apa?” tanya dokter. “Gigi saya sakit, Dok. Kemarin sudah periksa di RSGM. Masalahnya ada dua, gigi berlubang sama gigi geraham bungsu.” “Lubangnya sudah ditambal?” “Sudah,” kata saya. Lalu dokter membuatkan rujukan, di diagnosisnya ditulis “impacted”. Saya pun segera meluncur ke RSGM UGM yang tidak terlalu jauh dari sana. Tiba di sana, saya mengisi formulir. Tiba-tiba petugas administrasi berkata, “Mbak, kalau sore poli bedah mulut tutup. Kembali lagi besok pagi saja.” “Kalau periksa dulu gitu nggak bisa ya, Mbak?” tanya saya. “Nggak bisa, Mbak. Soalnya kan udah pasti diagnosisnya.” Baiklah, saya pun pulang. ...
Setelah perawatan saluran akar gigi saya sampai pada tahap 4, yaitu pengisian saluran akar, perawatan gigi saya diserahkan kembali ke drg. Henri. Sebelum menjalani tahap selanjutnya, saya harus menjalani rontgen lagi untuk melihat kondisi gigi saya. drg. Evy memberi saya rujukan rontgen. Seperti biasa, rontgen di RSGM Prof. Soedomo UGM saja yang murah meriah dan dekat, tinggal gowes 5 menit langsung sampai. Senin, 7 Desember 2015: Rontgen Gigi Lagi Jam istirahat saya segera menuju bagian radiologi RSGM UGM. Lumayan banyak antreannya. Saya langsung melapor ke drg. Henri bahwa saya sudah sampai. Selesai difoto, saya duduk-duduk di depan bagian radiologi. Dari kejauhan, saya melihat drg. Henri menaiki lift , sepertinya mau ke lantai 3. Semoga segera membuka pesan dari saya, lalu segera melihat hasil rontgen supaya saya langsung bisa kembali ke kantor. Hasil rontgen sudah di tangan, drg. Henri meminta saya menunggu sebentar. Dudududu. Sebentar-sebentar saya melihat jam di tangan....
Komentar
Posting Komentar