Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Sajak Es Krim

Gambar
di sebuah kamar bercahaya minim kumulai surat ini dengan salam takzim meski aku bukan manusia alim mulutku sering mencerca layaknya hakim aku tetap punya rasa layaknya makhluk pemilik rahim bukan batik dan kebaya encim atau hadiah lain yang kau kirim yang aku ingin mungkin di satu sore yang hening, kita bisa duduk mengobrol intim sambil menikmati suap demi suap es krim Yogyakarta, 3 Januari 2017

Jalan Penuh Luka

Gambar
Ini jalan penuh luka kau bisa mencium aroma anyirnya mendengar tetes darahnya Ini jalan penuh luka berbekallah sekantung air mata berkalunglah untaian doa Ini jalan penuh luka maukah kau tetap bersama atau tanganku kaulepas saja? Yogyakarta, 14 Desember 2016 20:25

Sajak Wedang Ronde

Gambar
SAJAK WEDANG RONDE Tak lihatkah langit tergulung awan? Sesaat lagi mengirimkan hujan Tak inginkah singgah barang sebentar? Menghirup harumnya serai, pandan, dan jahe bakar Menggigit gurihnya kacang, kenyalnya ketan Mencecap manisnya air penghangat badan Sambil mengudap sepiring obrolan Mungkin satu sore di masa depan Kita bisa duduk bersama sambil wedangan Sambil menghitung rambut kita yang belum jadi uban Yogyakarta, 15 Mei 2016 *Puisi ini ditulis pada sebuah sore yang mendung sambil minum (atau makan) wedang ronde buatan saya yang kata Dewan Icip Nasional (teman-teman kos) jahenya kurang terasa. Minumnya nggak sambil baper kok.... :D

Senandung Ibu (dari Ibu untuk Kita)

Gambar
Beberapa waktu lalu saya iseng membuka-buka catatan lama di akun Facebook dan menemukan sebuah puisi berjudul “Senandung Ibu (dari Ibu untuk Kita)”. Saya pun mencoba mengingat-ingat peristiwa yang melatarbelakangi saya menulis puisi ini. Dengan melihat tanggal posting -nya, saya ingat bahwa puisi ini saya tulis di sela-sela “kehebohan” menulis skripsi. Berkutat dengan topik mengenai komunikasi orang dewasa dan anak-anak, ada banyak hikmah yang saya dapatkan. Yang paling utama ialah saya sadar bahwa kasih sayang orangtua, terutama ibu sangatlah besar karena ibu adalah guru pertama bagi seorang anak. Ibu adalah guru yang pertama mengajarkan hal-hal mendasar dalam kehidupan seseorang, seperti berbicara, berjalan, makan, bersikap. Dengan merenungkan semua itu, terpikirlah untuk menuliskan sebuah puisi yang saya dedikasikan untuk semua ibu hebat dunia. J Senandung Ibu (dari Ibu untuk Kita) Tidurlah anakku, Lihatlah si bulan merah jambu bersembunyi di awan kelabu karena air ...