Beberapa waktu lalu saya iseng membuka-buka catatan lama di akun Facebook dan menemukan sebuah puisi berjudul “Senandung Ibu (dari Ibu untuk Kita)”. Saya pun mencoba mengingat-ingat peristiwa yang melatarbelakangi saya menulis puisi ini. Dengan melihat tanggal posting -nya, saya ingat bahwa puisi ini saya tulis di sela-sela “kehebohan” menulis skripsi. Berkutat dengan topik mengenai komunikasi orang dewasa dan anak-anak, ada banyak hikmah yang saya dapatkan. Yang paling utama ialah saya sadar bahwa kasih sayang orangtua, terutama ibu sangatlah besar karena ibu adalah guru pertama bagi seorang anak. Ibu adalah guru yang pertama mengajarkan hal-hal mendasar dalam kehidupan seseorang, seperti berbicara, berjalan, makan, bersikap. Dengan merenungkan semua itu, terpikirlah untuk menuliskan sebuah puisi yang saya dedikasikan untuk semua ibu hebat dunia. J Senandung Ibu (dari Ibu untuk Kita) Tidurlah anakku, Lihatlah si bulan merah jambu bersembunyi di awan kelabu karena air ...