Postingan

Definisi Gagal

Gambar
“Apa itu gagal?” tanya seorang teman. Dengan spontan saya menjawab, “Ketika kita terpuruk dan tidak mau bangkit.” Ah, sesungguhnya saya tidak terlalu ingin menjawab pertanyaannya, lantas berbicara tentang hal yang nantinya akan menjurus pada pembahasan tentang capaian-capaian dalam hidup. Sangat tidak layak sesungguhnya ketika ada seseorang yang meminta saya untuk memberi nasihat tentang mencapai cita-cita, mengingat saya tidak punya kapasitas untuk menyampaikan cerita-cerita penggugah semangat. Sesungguhnya, sangat sulit untuk mendeskripsikan kondisi gagal. Semua sangat tergantung pada parameter dan pembandingnya. Tergantung pula dilihat dari sudut pandang siapa. Dalam hal pendidikan, misalnya. Kalau yang dijadikan pembanding adalah teman-teman dekat saya yang sebagian besar studi lanjut sampai S-2, bahkan S-3 dan kuliah di luar negeri, ya saya ini gagal, wong ijazah saya mentok di S-1 yang itu jumlah lulusannya “ umbukan ”, tidak spesial. Kalau yang dijadikan pembanding adal...

[Cerpen] Reuni di Blora

Gambar
“Mas, sempatkan mampir rumah ya, besok,” kata Asih, istriku sambil membantuku mengepak barang-barang yang akan kubawa untuk reuni dengan teman-teman SMA. “Sepertinya tidak sempat, Sih. Reuninya kan di Cepu. Lumayan jauh kalau aku harus ke Jiken,” kataku. “Bukan ke Jiken, Mas, tapi ke Balun….” Suara Asih melirih ketika menyebutkan tempat itu. “Balun kan dekat stasiun, Mas.” Aku terdiam. Sudah begitu lama aku tidak mendengar, lebih tepatnya tidak ingin mendengar nama daerah itu. Terlebih lagi berhubungan dengan orang-orang yang tinggal di salah satu rumah di Balun, keluarga Kuncoro. Layaknya orang yang merantau ke Jakarta, setiap Lebaran kami punya ritual mudik. Bagiku, mudik ke Blora itu berarti ke Jiken, ke rumah keluarga istriku, bukan ke rumah keluarga Kuncoro di Balun. “Besok kan peringatan seribu hari Bapak. Ada baiknya ke sana, Mas,” lanjut Asih. Aku bukan tak tahu atau lupa. Itu sudah jadi pembicaraan di grup WhatsApp “Keluarga Kuncoro” beberapa hari ini. Kakakku, Mas P...

Bridget Jones Series: Isu Perawan Tua Sepanjang Masa

Gambar
Film Bridget Jones Series diangkat dari novel karya Helen Fielding. Novelnya pertama terbit pada tahun 1999, awal mula chick lit booming di dunia perbukuan. Chick lit adalah genre fiksi yang mengangkat cerita tentang perempuan-perempuan usia 20-30 tahun, berkisar tentang kehidupan karier, percintaan, pencapaian mimpi-mimpi yang biasa dialami perempuan modern. Film Bridget Jones’s Baby yang rilis tahun 2016 merupakan sekuel ketiga setelah Bridget Jones’s Diary (2001) dan Bridget Jones: The Edge of Reason (2004). Bridget Jones’s Diary (2001): Lajang Itu (Bukan) Aib, Sayang! http://www.imdb.com/title/tt0243155/mediaviewer/rm376376320 Bridget (Renée Zellweger) yang usianya 32 tahun bekerja di sebuah perusahaan penerbitan, kariernya begitu-begitu saja, gendut, penampilannya tidak menarik, dan masih lajang. Uyeeeaaah, kayaknya karakter ini familier dengan saya di kehidupan nyata hahahaha. Bridget juga selalu merasa diteror setiap kali orang-orang bertanya tentang kehidup...

Desa Wisata Jalan Bunga: Ketika Kenikir Menjadi Objek Wisata

Gambar
Bunga kenikir biasanya tumbuh liar di pekarangan. Warna yang sering dijumpai antara lain kuning, oranye, dan merah muda. Kalau hanya tumbuh beberapa, bunga ini tentu tidak terlalu menarik. Lain halnya jika bunga tersebut ditanam dalam jumlah banyak dan diatur sedemikian rupa. Bunga-bunga itu akan terlihat sangat indah dan tentunya menjadi objek yang Instagramable .   Adalah Desa Wisata Jalan Bunga, objek wisata baru di Kabupaten Klaten yang baru-baru ini ramai dibicarakan orang karena bunga kenikirnya. Objek wisata ini berlokasi di Dukuh Mandegan, Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Jaraknya bisa ditempuh kira-kira 30 menit dengan sepeda motor atau mobil dari pusat Kota Klaten. Lokasi tepatnya di GoogleMaps  di koordinat -7.6007977,110.5940568,3a,75y,156.49h,67.07t. Lokasi tepatnya bisa dicari lewat GoogleMaps Yang punya blog boleh tampil ya... 😊😊😊 Objek wisata ini sesungguhnya berupa jalan yang membelah Dukuh Mandegan. Di kiri-kanannya terdapa...

[Cerkak] Dhik Aisyah arêp Omah-omah

Gambar
“Apa panjangkamu karo Bambang iki ora bisa diundur dhisik? Kowé lan Bambang iki rak durung suwé sing lulus kuliyah. Durung suwé sing mulai nyambut gawé. Apa ora kêpéngin mbangun karier sing mapan? Utawa golèk béasiswa lanjut S-2. Kowé sakloron iki isih padha-padha ênom,” ngêndikané Bapak nalika adhiku, Aisyah crita bab panjangkané dhéwéke lan pacaré, Bambang kanggo omah-omah. “Kula kaliyan Bambang sampun mantêp, Pak. Anggènipun pacaran nggih sampun dangu. Sampun k ê nal kalih tiyang sêpuhipun. Langkung saé mênawi niyat ingkang bêcik mbotên sah diundur-undur,” wangsulané Aisyah. “Iya. Pancèn bener. Nanging wong omah-omah ki dudu p ê rkara gampang lho. Kudu siyap sakapa-apané. Ya mentalé, ya atiné, lan sing ora kêna lali pêrkara matèri,” ngêndikané Bapak. “Lan aja lali, Ndhuk. Jan-jané ora ilok yèn kowé omah-omah dhisik. Déné mbakyumu durung. Kamangka umurmu lan mbakyumu kuwi rada adoh bédané. Pantêsé mbakyumu dhisik,” ngêndikané Ibu. Krungu ngêndikané Ibu, dumadakan Aisyah ké...